Resistive atau Capacitive

Teknologi layar sentuh menjadi kian akrab dengan pengguna ponsel. Semakin banyak ponsel layar sentuh murah yang menggelontor ke pasar karena peminatnya pun terus memggelembung. Dan, tentu saja alternatif pilihan buat konsumen semakin beragam.
Trend ponsel layar sentu berkembang bersama dengan teknologi yang menumpanginya. Sekedar gambaran, layar sentuh di ponsel memiliki fungsi sebagai penampil user interface dan sebagai input perintah. So, Anda bisa mengoperasikan ponsel tanpa bantuan tombol atau keypad fisik.
Nah, di sisi teknologi, vendor ponsel saat ini biasanya menyematkan salah satu dari dua pilihan layar sentuh yakni resistive touchscreen dan capacitive touchscreen. Secara garis kasat mata memang sulit membedakan antara keduanya.
Hanya saja ada beberapa perbedaan mendasar antara dua teknologi ini. Ada beberapa cara mudah untuk menguji apakah ponsel berbasis teknologi resistive atau capacitive. Setidaknya, Anda tak perlu memahami teknologinya atau mengerti hal-hal berbau teknis.
Biasanya ponsel dengan layar resistive memiliki kualitas layar kurang baik dan susah dilihat di luar ruangan atau terkena sinar matahari. Sementara ponsel dengan layar capacitive umumnya memiliki tampilan layar baik dan masih cukup jelas di luar ruangan.
Di sisi sensitifitas terhadap sentuhan, layar resistive memerlukan penekanan saat kontak dengan layar dan bisa merespon tekanan dari berbagai obyek seperti jari, kuku, stylush dan lain-lain.
Sementara pada layar capacitive tak memerlukan penekanan cukup dengan menyentuh permukaannya saja. Tapi layar capacitive hanya merespon terhadap sentuhan jari saja tapi tidak terhadap sentuhan kuku, stylush atau benda lain. Layar capacitive pun umumnya lebih responsif dari layar resistive.
Dan, pada layar capacitive memungkinkan untuk ditanami fitur multi touch. Dengan fitur multi touch, layar dapat mengenali sentuhan lebih dari satu jari. Tak heran, beberapa hal bisa dilakukan dengan fitur ini, semisal mencubit layar untuk memperbesar halaman.
Dalam pengembangannya, ponsel layar sentuh yang mengadopsi teknologi capacitive terus tumbuh. Selain lebih baik, sejak iPhone menerapkan teknologi tersebut, banyak vendor yang lantas menanamkan pada ponsel besutannya.
Ujung-ujungnya, dengan bertambah banyaknya ponsel berlayar capacitive, harga yang dibanderol pun kian murah. Nah, terkait membanjirnya ponsel layar sentuh capacitive murah ini, berikut beberapa seri yang layak dipilih.

LG Optimus Me Rp 1.499.000
Debutan barunya yakni LG Optimus Me P350 sudah masuk dengan harga setara dengan Samsung Galaxy Mini. Fiturnya Android v2.2 dan kamera berkekuatan 3,15 megapiksel setara ponsel high end. Internet sudah mengusung jalur data hingga kecepatan HSDPA 3,6 Mbps dan Wifi.

Samsung Galaxy Mini Rp 1.545.000
Sudah menawarkan fasilitas berlimpah dan handal. Tengok saja layar sentuh kapasitif, Wi-Fi dan GPS. Untuk akses internet, tersedia kanal HSDPA. Sudah mengadopsi sistem operasi Android 2.2 Froyo. Plus prosesor 600 MHz, yang tak lemot dalam melayani akses menu. Kemampuan kameranya 3,15 megapiksel (2048×1536 pixel).

AHA Touch Rp 1.500.000
Sistem operasinya mengusung Android 2.2 Froyo, dengan balutan disain elegan nan atraktif. Kamera 3 MP, Bluetooth dan fasilitas apik lain tersedia di sini. Bedanya dengan ponsel pintar lain, AHA Touch a.k.a Huawei Ideos C8150 ini hanya bisa berjalan di jaringan CDMA milik Bakrie Telecom (esia).

Samsung Wave 525 Rp 1.540.000
OS ‘Bada’ yang pertama kali masuk tanah air. Bentukkan bodinya tak beda dengan model Samsung Star Wi-Fi, begitu pula dengan isi ‘dalemannya’ seperti kamera 3,15 MP, GPS, Wi-Fi dan lainnya. Sayangnya, Samsung S5253 Wave525 ini belum dikaruniai teknologi UMTS (3G). Alhasil, akses data pun maksimal lewat jalur EDGE.

 

SE W150 Yendo Rp 1.050.000

Ponsel Walkman murah berlayar sentuh ini muncul di pasaran. Tampilan bodinya mirip dengan disain Xperia X10 mini. Sayang, meski touchscreen Yendo belum dilengkapi sistem operasi, yang mana menjadikannya ponsel layar sentuh pertama Sony Ericsson yang tak didukung OS. Tapi bekal kamera 2 MP, slot memori Bluetooth dan pemutar musik Walkman, W150 Yendo membuatnya bisa unjuk gigi bersaing dengan para rivalnya.

SE Xperia X8 Rp 1.799.000
Xperia X8 hadir dengan sistem operasi Android Éclair (v2.1). Kamera 3,15 MP-nya bisa merekam video berukuran VGA, pada kecepatan 30 fps. Didukung pulsa prosesor Qualcomm 600 MHz, jalur data sekelas HSDPA 7,2 Mbps; HSUPA 2 Mbps serta Wi-Fi 802.11b/g dan GPS.

(sumber TABLOID PULSA)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: