Sekilas Tentang ROOTKIT

ROOTKIT pertama kali diperkenalkan pada sistem operasi SunOS oleh Lane Davis dan Steven Dake. Teknologi ini digunakan para Root pada Unix (setara dengan Sistem Administrator pada Windows) untuk recovery (mengembalikan) password root yang mereka lupa. Untuk dapat mengembalikan password root tidaklah mudah karena butuh otorisasi dan akses tak terbatas pada sebuah sistem. Akhirnya ditemukanlah teknologi khusus yang mampu melakukannya yang di kemudian hari dikenal dengan istilah rootkit ini.
Definisi menurut wikipedia, Rootkit adalah kumpulan software yang bertujuan untuk menyembunyikan proses, file dan data sistem yang sedang berjalan dari sebuah sistem operasi tempat dia bernaung. Rootkit awalnya berupa aplikasi yang tidak berbahaya, tetapi belakangan ini telah banyak digunakan oleh malware yang ditujukan untuk membantu penyusup menjaga aksi mereka yang ke dalam sistem agar tidak terdeteksi. rootkit hadir di beragam sistem operasi seperti, Linux, Solaris dan Microsoft Windows. Rootkit ini sering mengubah bagian dari sistem operasi dan juga menginstall dirinya sendiri sebagai driver atau modul kernel.

Kata “rootkit” terdengar di telinga publik bermula pada skandal Sony BMG CD Copy Protection, dimana CD yang dibuat Sony BMG music meletakkan sebuah rootkit di PC Microsoft Windows pada saat pengguna memutar CD di komputer mereka. Sony sebelumnya tidak memperingatkan kepada pengguna akan hal ini di dalam CD mereka maupun di dalam kemasannya. Kasus ini menjadi sebuah skandal yang sangat menghebohkan karena meski tujuannya menghindari pembajakan, penggunaan teknik ini memudahkan aplikasi jahat menumpang rootkit yang ditanam perusahaan musik tersebut.

Teknik rootkit memang rawan digunakan untuk kepentingan jahat. Jika Anda masih ingat, virus seperti Alman atau Bacalid yang menggunakan teknik rootkit begitu sulit dideteksi.  Aplikasi removal- nya tidak bisa menuntaskannya 100% karena virus program jahat yang menggunakan teknologi rootkit berjalan resident dan sulit dideteksi. Ia berjalan secara kasat mata, diam tanpa suara, dan melakukan serangan tanpa pernah Anda ketahui. Tidak heran jika banyak yang menganggap rootkit seperti voodoo dalam dunia komputer. Padahal, rootkit pada dasarnya adalah sebuah teknologi dan dapat digunakan untuk keperluan yang baik dan bermanfaat. Contohnya adalah penggunaan rootkir pada aplikasi antivirus, firewall, software protection, DRM (Digital Right Management), maupun aplikasi simulasi media cakram seperti DaemonTools. Masalahnya, teknik rootkit juga bisa digunakan untuk membuat aplikasi jahat yang sulit ditanggulangi.

Macam-macam Rootkit
Seperti halnya virus, rootkit juga memiliki banyak varian. Diklasifikasikan berdasarkan target yang diserang, rootkit dibagikan menjadi 6 macam, yaitu:

1. Application Rootkit
Rootkit yang dibuat dengan memodifikasi kode binari dari sebuah aplikasi secara langsung atau yang biasa disebut sebagai binary code patching. Rootkit jenis ini biasanya ditemukan pada malware jenis trojan untuk menginjeksikan virus ke dalam sebuah object atau sistem.

2. Library rootkit
Ini merupakan rootkit yang menyasar library. Library sendiri adalah file seperti sebuah pustaka fungsi yang telah dikumpulkan menjadi satu dengan maksud untuk memermudah programmer dalam membuat dan mengembangkan sebuah aplikasi. Library ditandai dengan akhiran “dll” seperti “kernel.dll”.

3. Kernel Rootkit
Kernel rootkit merupakan jenis rootkit yang lebih mengerikan dari jenis sebelumnya. Kernel rootkit berjalan pada level kernel (modus
tak terproteksi), atau pada sistem arsitektur x86 dikenal dengan istilah ring 0. Soal bagaimana rootkit ini bekerja akan kami sajikan pada InfoKomputer bulan depan.

4. Bootloader Rootkit
Adalah jenis rootkit yang bersemayam pada MBR (Master Boot Records), sehingga mampu mengendalikan jalannya booting sistem operasi. Rootkit jenis ini dikenal juga dengan nama Bootkit atau “Evil Maid Attack”,

5. Hypervisor Level Rootkit
Rootkit jenis ini mampu memvirtualisasikan sistem operasi asli sehingga menjadi guest operating system, sehingga seluruh kendali pada sistem operasi dapat diambil alih oleh rootkit jenis ini. Salah satu rootkit yang sudah ada berjenis ini adalah SubVirt, adalah Virtual machine berbasis rootkit yang dikembangkan oleh Microsoft dan Universitas Michigan.

6. BIOS rootkit
BIOS rootkit disebut juga dengan firmware rootkit, merupakan rootkit paling mengerikan yang berada pada level paling dalam, hidup di lingkungan firmware dan mulai aktif ketika semua aktifitas inisialisasi awal komputer terjadi.

Penanggulangan
Ada beberapa cara untuk membersihkan program jahat yang menggunakan teknologi rootkit pada komputer yang telah terinfeksi. Namun metode yang digunakan bergantung pada jenis rootkit yang menginfeksi, sehinggga penanggulangannya agak sulit apabila kita tidak bisa secara pasti mengetahui rootkit jenis apa yang mungkin sedang menginfeksi komputer kita. Untuk mendeteksi rootkit, Anda sebaiknya menjalankan komputer yang terinfeksi sebagai slave dan gunakan sistem operasi PE (preinstalled environment) atau liveCD untuk menginvestigasinya. Ada sangat banyak tipe sistem operasi LiveCD ini seperti DSL (Damn Small Linux) dan masih banyak lagi. Lakukanlah scanning menggunakan software khusus yang didesain untuk membersihkan rootkit, kemudian lakukanlah investigasi pada area-area yang rawan dihuni oleh rootkit. Karena pembersihan rootkit merupakan operasi yang dekat sekali hubungannya dengan konfigurasi sistem, saya sarankan mintalah pertolongan pada orang yang sudah ahli untuk melakukannya. Apabila tidak berhati-hati, akibatnya akan sangat fatal.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: